sejak aku kenal namanya dunia, aku baru tahu bahwa tidak semudah membalik telapak tangan, aku menapaki dunia ini
dunia yang terkadang susah untuk ditapaki, terkadang mudah untuk dijalani.
kalaupun ini hanya sebuah ilusi, aku tahu dunia ini akan bermuara pada satu tempat, tempat dimana tidak ada seorangpun yang tahu letaknya bahkan waktunya..
Hari-hari yang aku lewati terasa menyakitkan ketika mereka membuat hatiku terluka hanya karena sikapku, sikap yang menurut mereka aneh dan tidak wajar
tapi inilah aku, aku yang tahu diriku sendiri, bukan mereka, kenapa mereka harus perduli dengan sikapku, apa yang ada dalam pikiran mereka?
itu suatu pertanyaan besar yang tidak perl jawaban, akhir yang aku keluarkan dari pikiranku, menggelayuti setiap arah lajurku berada ditelapak aspal panas yang seharusnya menjadi sungai penyegar hari-hariku....
Aku tidak pernah menyuruh mengerti, paling tidak mereka tahu bahwa aku juga tidak mau seperti ini, menyakitkan memang ketika semua orang menghinaku, walaupun hinaan itu tidak pernah aku gubris, ataupun aku dendam dengan sumpah serapahku, setelah aku rasakan tidak ada gunanya aku berdendam, karena dendam hanya membawa amarah dan hidup yang tidak tenang...
Sulit bagiku untuk mengungkap rasa ini, rasa yang setiap kali mengganggu tidurku, yang tiada hentinya menyelami setiap lerung jiwaku yang rindu akan kasih sayang yang tulus, ikhlas yang aku dambakan dari seseorang yang kelak menjadi kekasihku, kekasih yang diturunkan oleh-Nya yang setiap saat aku nanti.
tiada pernah aku berhenti berdoa dan berusaha semoga kelak aku akan menemukan cahaya hidupku, cahaya yang selama ini aku dambakan sepanjang sejarah hidupku. Kalaupun aku harus menati panjang, akan aku lakukan itu semua demi hidayahMu, sedangkan yang aku tahu kau meha Penyayang dan Pangasih umatNya..
yang tiada henti melihat dan mendengar keluhan dari doa-doa hambaNya terpanjatan pagi , siank dan malam bahkan sepanjang waktu.
itu semua semata-mata karena aku takut padaMu, tiada kata lain yang bisa menggantikan namaMu dimataku, kau hanya manusia biasa, manusia yang tidak luput dari dosa, amarah dan tingkah laku yang buruk bahkan menyesatkan diriku sendiri, aku tidak sempurna sperti yang engkau inginkan...
maka tunjukanlah diriku jalan dimana aku harus menapaki gersangnya dunia ini, menjauhi segala yang menjadi laranganMu dan selalu menaati perintahMU, dimanapun aku berada, kapanpun
pernah aku dengar sebuah lagu, lagu yang menurutku sangat menyentuh relung kalbuku, dari lubk hatiku yang paling dalam, dia berkata bahwa dunia ini hanyalah tempat tinggal smentara untuk makhlukMu...
hanya pemberhentian yang nantinya akan berlanjut ketempatMu, oleh karena itu aku tidak takut karena suatu saat nanti aku bisa melihat engkau penciptaku, yang selama ini aku rindukan, tempat yang indah dimana aku berkeluh kesah mengharap semua perlindunganmu, pertolonganmu.
aku sadar aku tdak akan pernah menjadi hamba terbaikMu, tapi paling tidak aku sudah mencoba dan berusaha..
itulah kekuatanMu yang dalam sekejap mata bisa menghancurkan duni seisinya...
kbesaranMu yang tiada bandingannya dibelahan dunia manapun.
Belajar didunia maya menyenangkan, tidak menjenuhkan dan pastinya banyak hal yang aku peroleh didalamnya, film, music baru update terus, so jangan males-males..
Kamis, 29 Juli 2010
Rabu, 28 Juli 2010
my story part II
Inilah saat pertama kalinya aku mengenal buku sejak duduk dibangku kuliah dan mengenal banyak orang yang mempunyai hobbi yang sama sepertiku, yang tadinya membaca itu pekerjaan yang membosankan tapi lama – kelamaan aku menyukainya, bahkan sudah menjadi hobi yang tidak bisa dipisahkan dari hidupku, mulai dari buku tipis sampai buku –buku tebal khususnya dari para pengarang terkenal dunia maupun lokal, ludes aku lahap dalam sekejap, sejak itulah aku mempunyai hasrat untuk menulis. Walaupun terkadang itu terasa begitu tidak nyata, apakah aku bisa menulis? Apakah tulisanku sudah pantas untuk dibaca? Atau apakah tulisanku masih buruk? Aku tidak tahu, karena setahuku orang-orang memberiku gambaran yang jelas akan menulis sehingga itu membuatku bersemangat untuk melanjutkan tulisanku. Mungkin dengan pengalaman-pengalamanku yang aku dapat selama ini. Mulai dari cerita sahabat – sahabatku yang semuanya selalu aku dengarkan dengan baik dan tidak pernah meninggalkannya, dari pertama aku mendengar mungkin hanya seputar soal cinta yang mereka bicarakan terhadapku. Padahal aku sendiri tidak tahu apa artinya cinta, apa yang membuatku berani mendengarkan dan memberikan saran yang tidak pernah aku ketahui kebenaranya. Aku hanya tahu ketika jawaban itu meluncur dari mulutku dan dengan penuh keyakinan, aku mengatakan kepada mereka tindakan yang seharusnya diambil. Kalau psikolog sendiri aku yakin mereka punya jawaban yang bisa dipertanggung jawabkan, tapi aku? Apa yang bisa diharapkan ataupun dipercayakan dari orang sepertiku yang tidak tahu apa – apa tentang itu, tentang bagaimana merasakan cinta, memutuskan cinta ataupun memilih yang lebih baik untuk hubungan selanjutnya, aku tidak tahu.
Hanya dari buku – buku yang aku bacalah yang membuat aku jauh lebih banyak tahu tentang kehidupan dibanding sahabat – sahabatku yang lain, yang pada dasarnya tahu dengan mereka menjalaninya sendiri tanpa harus menerka dan menebak – nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitulah sekiranya aku tahu banyak hal yang akan membuatku yakin akan kehidupanku, akan mimpi yang selama ini melayang – layang dikepalaku bagaikan burung yang terbang dan hanya berputar – putar diangkasa tidak akan turun ataupun jatuh walaupun ada angin dan hujan menerpanya. Gambaran itu membuat aku semakin yakin bahwa suatu saat nanti aku akan mewujudkan mimpi – mimpiku yang bagi sebagian orang mustahil untuk meraihnya, bahkan itu tidak mungkin akan terjadi pada diriku. Tapi aku tidak pernah perduli akan ucapan mereka, biarlah mereka berkata apa yang penting aku menjalani hidupku sendiri bukan mereka yang menentukan jalan hidupku, keinginanku juga mimpiku yang menjadi kekuatanku untuk tetap hidup dan menjadi semangatku ketika semua orang meragukanya. Disaat semua orang menganggap bahwa mimpi itu hanya bunga tidur belaka, tetapi buat aku mimpi adalah sesuatu yang harus diwujudkan, diraih bukan untuk dilamunkan ataupun dijadikan bumbu – bumbu tidur yang seakan – akan menjadikan diri manusia terbuai oleh keadaan seperti itu. Membual…
Semangatku akan terus berlanjut mungkin seperti batu yang membara, seperti para pejuang dahulu kala yang membuat negaraku ini menjadi negara yang bebas dari jajahan dan jauh dari pemaksaan akan hak seseorang. “Bermimpilah engkau karena dengan mimpi kamu bisa merubah dunia” begitulah kata – kata Andrea Hirata salah satu penulis besar negara ini yang selalu mengiang – ngiang dikepalaku dan tidak akan pernah lupa kata inspirasi itu, kata yang membuat jantungku berdetak kencang dan membuat bulu romaku merinding. Ditambah lagi ketika aku nonton filmnya, mataku berlinang air mata, karena tidak sanggup menahan betapa butuh pengorbanan yang sangat besar untuk meraih mimpi, apalagi untuk orang yang berani bermimpi seperti aku. Jauh diluar sana bahkan banyak, mungkin setiap orang mempunyainya bukan hanya aku saja yang hanya hidup hanya dengan mimpi yang selalu menjadi arah tujuan masa depanku, tujuan yang akan menuntunku kedalam masa depan yang tidak terbayangkan sebelumnya olehku, yang aku anggap sebagai suatu petunjuk untuk mengawali hidup dan menjalani keinginanku sebagai seorang manusia biasa. Untuk itulah setiap aliran darahku yang mengalir akan selalu menjadi pacuan dan setiap detak jantungku menjadi arah serta setiap hembusan nafasku menjadi bukti kekuatanku menggapai impianku.
Air mata yang seharusnya aku simpan, tidak seharusnya aku keluarkan disaat masalah menghampiriku serta keluhan yang selalu saja menjadikan diriku lemah maupun tidak mau menerima kenyataan bahwa inilah aku, seseorang yang berjiwa besar dan kuat menghadapi kehidupan yang keras. Karena tidak semua kesusahan yang aku dapatkan adalah kehendak sang pencipta, kehendak orang tua yang melahirkanku ataupun kehendak dari lingkungan sekitarku yang setiap saat bisa berubah seperti halnya cuaca yang tidak menentu arah jalannya. Hanya dengan semangat dan perjuangan yang tinggi serta didorong dengan kemauan yang keras, yang menyebabkan aku bertahan hidup sampai sekarang ini bertahan dikala semua orang mempertanyakannya, alasan yang jelas untuk dipertahankan. Pikirku”.
Hari demi hari telah aku lalui sampai tiba pada saat aku melanjutkan kuliahku disalah satu universitas swasta di Semarang. Sebelum acara kelulusan SMAku diumumkan oleh kepala sekolah, aku berharap akan mendapat nilai yang tinggi untuk menggapai cita-citaku kuliah di universitas terkemuka yang terkenal di Jakarta. Universitas Indonesia adalah impianku sebelum aku lulus sekolah, sebelum acara pengumuman yang menjadi satu – satunya acara yang ditunggu para orang tua dan guru – guru untuk saling bertatap muka. Dalam pikiranku mengatakan “Dengan kuliah disana aku bisa mewujudkan impianku” yaitu pergi keluar negeri ke Paris Perancis, London Inggris bahkan New York Amerika akan menjadi tujuanku kelak, yang akan membuka lebar – lebar dihadapanku. Tempat dimana peradaban seluruh dunia berada serta sejarah yang membuat mata akan terpesona dan menjadikan tubuh terkulai lemas melihatnya, memandang betapa indahnya, betapa hidupnya, betapa modernya, betapa semangat membara – bara untuk bisa menggapainya. Rasa keingintahuan menjadi semakin berkobar ketika tahu bahwa bahasa yang selama ini aku pelajari berasal dari sana, dimana pengarang –pengarang terkemuka lahir, menjadi gambaran jelas untuk aku bisa sampai kesana dengan tanganku sendiri.
Hanya dari buku – buku yang aku bacalah yang membuat aku jauh lebih banyak tahu tentang kehidupan dibanding sahabat – sahabatku yang lain, yang pada dasarnya tahu dengan mereka menjalaninya sendiri tanpa harus menerka dan menebak – nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitulah sekiranya aku tahu banyak hal yang akan membuatku yakin akan kehidupanku, akan mimpi yang selama ini melayang – layang dikepalaku bagaikan burung yang terbang dan hanya berputar – putar diangkasa tidak akan turun ataupun jatuh walaupun ada angin dan hujan menerpanya. Gambaran itu membuat aku semakin yakin bahwa suatu saat nanti aku akan mewujudkan mimpi – mimpiku yang bagi sebagian orang mustahil untuk meraihnya, bahkan itu tidak mungkin akan terjadi pada diriku. Tapi aku tidak pernah perduli akan ucapan mereka, biarlah mereka berkata apa yang penting aku menjalani hidupku sendiri bukan mereka yang menentukan jalan hidupku, keinginanku juga mimpiku yang menjadi kekuatanku untuk tetap hidup dan menjadi semangatku ketika semua orang meragukanya. Disaat semua orang menganggap bahwa mimpi itu hanya bunga tidur belaka, tetapi buat aku mimpi adalah sesuatu yang harus diwujudkan, diraih bukan untuk dilamunkan ataupun dijadikan bumbu – bumbu tidur yang seakan – akan menjadikan diri manusia terbuai oleh keadaan seperti itu. Membual…
Semangatku akan terus berlanjut mungkin seperti batu yang membara, seperti para pejuang dahulu kala yang membuat negaraku ini menjadi negara yang bebas dari jajahan dan jauh dari pemaksaan akan hak seseorang. “Bermimpilah engkau karena dengan mimpi kamu bisa merubah dunia” begitulah kata – kata Andrea Hirata salah satu penulis besar negara ini yang selalu mengiang – ngiang dikepalaku dan tidak akan pernah lupa kata inspirasi itu, kata yang membuat jantungku berdetak kencang dan membuat bulu romaku merinding. Ditambah lagi ketika aku nonton filmnya, mataku berlinang air mata, karena tidak sanggup menahan betapa butuh pengorbanan yang sangat besar untuk meraih mimpi, apalagi untuk orang yang berani bermimpi seperti aku. Jauh diluar sana bahkan banyak, mungkin setiap orang mempunyainya bukan hanya aku saja yang hanya hidup hanya dengan mimpi yang selalu menjadi arah tujuan masa depanku, tujuan yang akan menuntunku kedalam masa depan yang tidak terbayangkan sebelumnya olehku, yang aku anggap sebagai suatu petunjuk untuk mengawali hidup dan menjalani keinginanku sebagai seorang manusia biasa. Untuk itulah setiap aliran darahku yang mengalir akan selalu menjadi pacuan dan setiap detak jantungku menjadi arah serta setiap hembusan nafasku menjadi bukti kekuatanku menggapai impianku.
Air mata yang seharusnya aku simpan, tidak seharusnya aku keluarkan disaat masalah menghampiriku serta keluhan yang selalu saja menjadikan diriku lemah maupun tidak mau menerima kenyataan bahwa inilah aku, seseorang yang berjiwa besar dan kuat menghadapi kehidupan yang keras. Karena tidak semua kesusahan yang aku dapatkan adalah kehendak sang pencipta, kehendak orang tua yang melahirkanku ataupun kehendak dari lingkungan sekitarku yang setiap saat bisa berubah seperti halnya cuaca yang tidak menentu arah jalannya. Hanya dengan semangat dan perjuangan yang tinggi serta didorong dengan kemauan yang keras, yang menyebabkan aku bertahan hidup sampai sekarang ini bertahan dikala semua orang mempertanyakannya, alasan yang jelas untuk dipertahankan. Pikirku”.
Hari demi hari telah aku lalui sampai tiba pada saat aku melanjutkan kuliahku disalah satu universitas swasta di Semarang. Sebelum acara kelulusan SMAku diumumkan oleh kepala sekolah, aku berharap akan mendapat nilai yang tinggi untuk menggapai cita-citaku kuliah di universitas terkemuka yang terkenal di Jakarta. Universitas Indonesia adalah impianku sebelum aku lulus sekolah, sebelum acara pengumuman yang menjadi satu – satunya acara yang ditunggu para orang tua dan guru – guru untuk saling bertatap muka. Dalam pikiranku mengatakan “Dengan kuliah disana aku bisa mewujudkan impianku” yaitu pergi keluar negeri ke Paris Perancis, London Inggris bahkan New York Amerika akan menjadi tujuanku kelak, yang akan membuka lebar – lebar dihadapanku. Tempat dimana peradaban seluruh dunia berada serta sejarah yang membuat mata akan terpesona dan menjadikan tubuh terkulai lemas melihatnya, memandang betapa indahnya, betapa hidupnya, betapa modernya, betapa semangat membara – bara untuk bisa menggapainya. Rasa keingintahuan menjadi semakin berkobar ketika tahu bahwa bahasa yang selama ini aku pelajari berasal dari sana, dimana pengarang –pengarang terkemuka lahir, menjadi gambaran jelas untuk aku bisa sampai kesana dengan tanganku sendiri.
KISAH NABI ZAKARIA DAN NABI YAHYA AS.
Zakaria meminta anak kepada ALLAH.
Zakaria as.adalah seorang nabi Allah yang menghabiskan umurnya dalam berdakwah dan beribadah ke pada Allah di masjid suci di Al-Quds.
Zakaria menginginkan agar Allah mengaruniai seorang anak yang akan meneruskan dakwahnya kepada Allah sesudahnya,Lantaran takut kaumnya akan terjerumus dalam kesesatan,sedangkan tanda-tanda kesesatan telah tampak pada mereka.
Akan tetapi karena usianya yang sudah lanjut dan istrinya yang mandul,semua itu telah melemahkan harapanya untuk mendapatkan anak.
Sebagai orang yang beriman Zakaria tahu,bahwa kekuasaan Allah tak bias dihalangi.Pada suatu hari di masuk menemui maryam yang sedang beribadah didalam mihrab (tempat sembayang),ternyata ia mendapati makanan,minuman dan buah-buahan yang belum waktunya ada.
Zakaria bertanya: “dimana engkau mendapat rezeki ini?”
Maryam menjawab: “Ia berasal dari Allah yang memberi rezeki kepada siapa yang di kehendakinya tanpa perhitungan.”
Tatkala Zakaria melihat tanda-tanda Allah yang cemerlang dan penghormata-Nya kepada maryam yang beriman dan taat beribadah,ia pun mendorong untuk memohon untuk mendorong kepada Tuhannya.
Allah SWT berfirman:
(Q.S. Ali Imran: 38)
Kabar gembira tentang kelahiran anak bernama Yahya
Allah mengabulkan doa Zakaria dan mengutus malaikat kepadanya untuk memberitaukan,bahwa Allah Ta’ala akan mengruniainya seorang anak bernama Yahya.
Nama ini khusus baginya,karena belum ada orang memekai nama ini. Ia mendapat berkah dari Allah dan menjadi orang yang beriman kepada Allah serta pemimpin dalam kaumnya yang menjauhi hawa nafsu.
Zakaria heran mendengar kabar ini,karena ia sudah tua dan istrinya yang mandul,tidak pernah melahirkan di masa mudanya.Maka malaikat berkata kepadanya: “ Demikianlah kalau Allah menghendaki,dan hal itu menjadi remeh bagi-Nya,sebab ia telah menjadikan engkau padahal sebelumnya engkau,padahal sebelumnya engkau tidak ada “
Ketika itu Zakaria memohon kepada Tuhan agar memberi tanda padanya,sehingga bisa di ketahui dari tanda itu,bahwa istrinya sedang hamil.
Maka Allah memberitauka kepadanya, bahwa tandanya ia tidak akan dapat bicara dan bertukar pikiran dengan manusia,kecuali dengan isyarat tangan, mata menggoyangkan kepala atau yang semacam itu, dan hal itu berlangsung selama tiga hari. Ia juga diperintah untuk dan memperbanyak tasbih di waktu pagi dan sore,karena meskipun tidak bisa bicara dengan orang lain,namun ia dapat beribadah dan bertasbih.
( Q.S. Maryam: 7-11)
Kenabian Yahya dan Sifat-sifatnya
Kehendak Allah terbukti,maka hamililah istri Zakaria as., dan lahirlah Yahya.
Maka Allah mengkhusukannya dengan karunia-karunia yang besar berupa kecerdasan yang tinggi dan pemahaman yang baik.Kemudian Allah menyuruhnya membaca taurat dan mengamalkan ajaranya dengan sungguh-sungguh,penuh kemauan.
Allah mengaruniainyan sejak kecil akal yang mempu memahami ilmu agama dan hukum-hukum syariat.Allah memberinya rahmat yang luas,jiwa yang penuh kasih sayang dan hati yang pengasih serta memberikanya dari kotoran dosa.Allah menjdikanya seorang yang bertakwa dan taat kepada kedua orang tuanya,sehingga ia tidak melakuka dosa dalam kehidupanya.Yahya bukanlah seorang yang berhai keras dan angkuh,akan tetapi ia adalah orang yang rendah hati,ramah tamah mendapatkan penghormatan yang baik dari Allah.juga keselamatan dan keamanan,sehingga dia tidak ditimpa bahaya atau gangguan pada hari kelahiranya dan hari kiamat,ketika ia dibangkitkan dalam keadaan hidup untuk dihisab dihadapan Tuhannya.
(Q.S. Maryam:12-15)
Zakaria as.adalah seorang nabi Allah yang menghabiskan umurnya dalam berdakwah dan beribadah ke pada Allah di masjid suci di Al-Quds.
Zakaria menginginkan agar Allah mengaruniai seorang anak yang akan meneruskan dakwahnya kepada Allah sesudahnya,Lantaran takut kaumnya akan terjerumus dalam kesesatan,sedangkan tanda-tanda kesesatan telah tampak pada mereka.
Akan tetapi karena usianya yang sudah lanjut dan istrinya yang mandul,semua itu telah melemahkan harapanya untuk mendapatkan anak.
Sebagai orang yang beriman Zakaria tahu,bahwa kekuasaan Allah tak bias dihalangi.Pada suatu hari di masuk menemui maryam yang sedang beribadah didalam mihrab (tempat sembayang),ternyata ia mendapati makanan,minuman dan buah-buahan yang belum waktunya ada.
Zakaria bertanya: “dimana engkau mendapat rezeki ini?”
Maryam menjawab: “Ia berasal dari Allah yang memberi rezeki kepada siapa yang di kehendakinya tanpa perhitungan.”
Tatkala Zakaria melihat tanda-tanda Allah yang cemerlang dan penghormata-Nya kepada maryam yang beriman dan taat beribadah,ia pun mendorong untuk memohon untuk mendorong kepada Tuhannya.
Allah SWT berfirman:
(Q.S. Ali Imran: 38)
Kabar gembira tentang kelahiran anak bernama Yahya
Allah mengabulkan doa Zakaria dan mengutus malaikat kepadanya untuk memberitaukan,bahwa Allah Ta’ala akan mengruniainya seorang anak bernama Yahya.
Nama ini khusus baginya,karena belum ada orang memekai nama ini. Ia mendapat berkah dari Allah dan menjadi orang yang beriman kepada Allah serta pemimpin dalam kaumnya yang menjauhi hawa nafsu.
Zakaria heran mendengar kabar ini,karena ia sudah tua dan istrinya yang mandul,tidak pernah melahirkan di masa mudanya.Maka malaikat berkata kepadanya: “ Demikianlah kalau Allah menghendaki,dan hal itu menjadi remeh bagi-Nya,sebab ia telah menjadikan engkau padahal sebelumnya engkau,padahal sebelumnya engkau tidak ada “
Ketika itu Zakaria memohon kepada Tuhan agar memberi tanda padanya,sehingga bisa di ketahui dari tanda itu,bahwa istrinya sedang hamil.
Maka Allah memberitauka kepadanya, bahwa tandanya ia tidak akan dapat bicara dan bertukar pikiran dengan manusia,kecuali dengan isyarat tangan, mata menggoyangkan kepala atau yang semacam itu, dan hal itu berlangsung selama tiga hari. Ia juga diperintah untuk dan memperbanyak tasbih di waktu pagi dan sore,karena meskipun tidak bisa bicara dengan orang lain,namun ia dapat beribadah dan bertasbih.
( Q.S. Maryam: 7-11)
Kenabian Yahya dan Sifat-sifatnya
Kehendak Allah terbukti,maka hamililah istri Zakaria as., dan lahirlah Yahya.
Maka Allah mengkhusukannya dengan karunia-karunia yang besar berupa kecerdasan yang tinggi dan pemahaman yang baik.Kemudian Allah menyuruhnya membaca taurat dan mengamalkan ajaranya dengan sungguh-sungguh,penuh kemauan.
Allah mengaruniainyan sejak kecil akal yang mempu memahami ilmu agama dan hukum-hukum syariat.Allah memberinya rahmat yang luas,jiwa yang penuh kasih sayang dan hati yang pengasih serta memberikanya dari kotoran dosa.Allah menjdikanya seorang yang bertakwa dan taat kepada kedua orang tuanya,sehingga ia tidak melakuka dosa dalam kehidupanya.Yahya bukanlah seorang yang berhai keras dan angkuh,akan tetapi ia adalah orang yang rendah hati,ramah tamah mendapatkan penghormatan yang baik dari Allah.juga keselamatan dan keamanan,sehingga dia tidak ditimpa bahaya atau gangguan pada hari kelahiranya dan hari kiamat,ketika ia dibangkitkan dalam keadaan hidup untuk dihisab dihadapan Tuhannya.
(Q.S. Maryam:12-15)
Senin, 26 Juli 2010
wise words
* the true beauty is not how your skin looks like, true beauty is what inside you
* maybe our hearts have the same favourite colours and found each other that way
* true love is forever, it can feel no hurts, no pain, and full of forgiveness
* make hopes as long as you can, cause your life will mean nothing when you stop hoping
* no words can exactly describe what love is, hearts just know
* love is so unpredictable, don’t try to plan it, just surf inside
* there’s only one single thin line between love and hate
* what night is night without a love inside, what day is day without a love beside
* love maybe blind, but can see in the dark
* learn from yesterday, do your best today, plan for a better tomorrow
* you wouldn’t know what life is before you fall deeply in love
* having a person to understand is better than many others who leave in hard condition
* a person needs just 3 things : someone to love, someting to do, and something to hope for
* trust your heart, and it will guide you to face this life
* some things are better left unsaid, don’t call them secrets, those are understanding
* love will find its own way even in the dark
* may today be just the beginning of many wonderful days to come …
* life will be so beautiful with a right person to share with
* maybe our hearts have the same favourite colours and found each other that way
* true love is forever, it can feel no hurts, no pain, and full of forgiveness
* make hopes as long as you can, cause your life will mean nothing when you stop hoping
* no words can exactly describe what love is, hearts just know
* love is so unpredictable, don’t try to plan it, just surf inside
* there’s only one single thin line between love and hate
* what night is night without a love inside, what day is day without a love beside
* love maybe blind, but can see in the dark
* learn from yesterday, do your best today, plan for a better tomorrow
* you wouldn’t know what life is before you fall deeply in love
* having a person to understand is better than many others who leave in hard condition
* a person needs just 3 things : someone to love, someting to do, and something to hope for
* trust your heart, and it will guide you to face this life
* some things are better left unsaid, don’t call them secrets, those are understanding
* love will find its own way even in the dark
* may today be just the beginning of many wonderful days to come …
* life will be so beautiful with a right person to share with
Selasa, 13 Juli 2010
We Dance On (Radio Edit) N-Dubz & Bodyrox
Watch me while I stand here
Watch my feet, my stance, my body language
I’m not someone to be messed with
I’m a fox on a mission
You know you’re challenging the best here
It’s gonna be real hard
But I’m gonna be okay
As long as I try real hard
I’m always gonna find my way
I’ma find my way
I’ma stand up like a soldier
I’ma get them ’til it’s over
I’ll keep marching to the beat
’til there’s bruises on my feet
Now I’m falling to my knees
‘Cause I’m gonna take this all the way
It’s now or never
I’ll break what’s in my way
I’ma stand up like a soldier
Tonight I’m gonna take over
Ch: ‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right by my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Not in a million years
Did I think my feet would bring me this far
So much frustration, sleepless nights
Now that I’m in charge
At first no one gave me the time of day
Now I’m left on my own to show the way
My sisters, brothers from other mothers
Can we take this all the way
Could of kicked us to the curb
These days are so hard to get heard
We gonna stand up like a solder
Get everything we deserve (trust)
At first everyone was cautious
When we brought in something new
But after weeks of practicing
We knew exactly what to do
I’ma stand up like a soldier
I’ma get them ’til it’s over
I’ll keep marching to the beat
’til there’s bruises on my feet
Now I’m falling to my knees
‘Cause I’m gonna take this all the way
It’s now or never
I’ll break what’s in my way
I’ma stand up like a soldier
Tonight I’m gonna take over
Ch: ‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right at my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right at my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Watch my feet, my stance, my body language
I’m not someone to be messed with
I’m a fox on a mission
You know you’re challenging the best here
It’s gonna be real hard
But I’m gonna be okay
As long as I try real hard
I’m always gonna find my way
I’ma find my way
I’ma stand up like a soldier
I’ma get them ’til it’s over
I’ll keep marching to the beat
’til there’s bruises on my feet
Now I’m falling to my knees
‘Cause I’m gonna take this all the way
It’s now or never
I’ll break what’s in my way
I’ma stand up like a soldier
Tonight I’m gonna take over
Ch: ‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right by my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Not in a million years
Did I think my feet would bring me this far
So much frustration, sleepless nights
Now that I’m in charge
At first no one gave me the time of day
Now I’m left on my own to show the way
My sisters, brothers from other mothers
Can we take this all the way
Could of kicked us to the curb
These days are so hard to get heard
We gonna stand up like a solder
Get everything we deserve (trust)
At first everyone was cautious
When we brought in something new
But after weeks of practicing
We knew exactly what to do
I’ma stand up like a soldier
I’ma get them ’til it’s over
I’ll keep marching to the beat
’til there’s bruises on my feet
Now I’m falling to my knees
‘Cause I’m gonna take this all the way
It’s now or never
I’ll break what’s in my way
I’ma stand up like a soldier
Tonight I’m gonna take over
Ch: ‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right at my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
‘Cause I know everything’s gonna be alright
Now you’re standing her right at my side
And we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Everything’s gonna be okay
The streets will lighten up my way
So we dance on, dance on, we gonna dance on
Ain’t gonna work for life when we know we can dance on
Rabu, 07 Juli 2010
In this song, touch bgt waT gwe
"In This Song"
[Verse 1]
I may not know where I'm going now
This broken road is trying to tear me down
But deep inside I've found a secret place, that I never knew where I feel safe, when the world is untrue
Here's what I've learned to do
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Verse 2]
I don't depend on friends
Cuz they come and go
My belief in myself
Is gonna carry me through
And that why I'm learning, oh, I learning yeah, I'm learning to sing
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all...
[Bridge]
I may not have all the words that I need to say, and I know I won't always be strong but I'm never aFraid
Because I hold my destiny and it depends on me alone, alone so...
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all...
I'll keep putting my heart, my soul, my all
In this song
In this song
In this song
[Verse 1]
I may not know where I'm going now
This broken road is trying to tear me down
But deep inside I've found a secret place, that I never knew where I feel safe, when the world is untrue
Here's what I've learned to do
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Verse 2]
I don't depend on friends
Cuz they come and go
My belief in myself
Is gonna carry me through
And that why I'm learning, oh, I learning yeah, I'm learning to sing
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all...
[Bridge]
I may not have all the words that I need to say, and I know I won't always be strong but I'm never aFraid
Because I hold my destiny and it depends on me alone, alone so...
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all
In this song
[Chorus]
Just sing this song and it takes me right back
Where I belong
Everyday there's a new bridge to cross
But I'm never far from home
If I put my heart, my soul, my all...
I'll keep putting my heart, my soul, my all
In this song
In this song
In this song
Sabtu, 12 Juni 2010
my Story part I
Melanjutkan cerita yang kemaren belum sempat aku tulis, rangkum dalam istilah yang mungkin tidak sebenarnya tapi bagiku itu nyata karena yang mengalaminyaa adalah diri saya sendiri, tidak kalian bukan juga orang lain. Itu semua aku yang berjalan dan menapaki dunia tanpa ada gangguan atau paksaan dari orang lain, yang mengakibatkan diriku mundur ataupun menyerah begitu saja. Itulah hidupku, penuh dengan perjuangan, hahaha tertawa sendiri dalam hati itu yang selalu aku lakukan daripada menertawakan orang lain yang belum tentu lebih buruk atau bahkan lebih baik daripada aku. Sebelumnya aku mengawali semua ini dengan bersenang hati menjadikan jalan dimana aku pijak sebagai penerangku yang aku yakini dan aku percaya bahwa ada hal yang tidak diketahui oleh orang lain selain diriku.
Mulai saat itu aku memutuskan untuk menjadi diri yang kuat dan tangguh walaupun terkadang sikap itu sulit untuk aku peroleh, setidaknya aku telah mencoba. Itu yang patut aku bangga dari diriku yang tidak semua orang bias lakukan, mereka hanya bisa memandangku mungkin dengan sebelah mata dan tanpa dengan rasa hormatpun penilaian mereka berjalan menelusuri langkahku. Sejak itulah aku bertekad untuk tetap berpijak dijalanku, yang selama ini terasa berat dan terkadang sulit aku terima. Berawal dari perjuanganku mendaftarkan diri di Universitas ternama Indonesia, terbesar dan mungkin juga tertua karena bahkan orang nusantara tahu keberadaanya, aku tidak pernah tahu kehidupan Jakarta sebelumnya, yang aku tahu hanyalah itu ibukota Negara tempat dimana semua orang mengadu nasib disana, kalaupun tahu juga dari televisi. Dengan persetujuan orang tuaku aku berangkat dan waktu itu kebetulan aku tidak sendiri, bersama kakakku dan kakak iparku.
Berada disana membuatku muak akan asap kendaraan yang tidak berhentinya menguap kesana kemari yang tak pernah aku bayangkan atau pikirkan sebelumnya, padat, panas, ramai dan berpolusi, itulah gambaran yang aku katakana saat itu bahkan mungkin sampai sekarang. Bis mini la pengantarku kesana, naik turun itu dah menjadi hal biasa disana walaupun baru dua hari. Seluk beluk Jakarta aku sudah bisa menghafalnya mulai dari amngkutan kecil sampai bis metromini yang hilir mudik mengantarkan penumpangnya dengan cepat dan tentunya membuat jantung mereka mau copot. Ha, sialan, teriak salah satu penumpang. Ketika itu siang yang panas dan berdebu, aku tidak tahu kalau ada hawa panas merasuk kedalam bisku, ha bisku, bis supirnya kali, bukan pemiliknya” semua perasaan itu campur aduk didalamnya, seperti bertengkar dengan diri sendiri, sudahlah lupakan.
Hari itu pun datang ketika hari dimana aku harus ujian setelah proses yang lama mendaftarkan diri, sejak saat itu pikirku, aku harus belajar dan memulai membuka buku yang sudah lama aku tinggal. Aku buka buku-buku yang sekarang mungkin juga terlihat kusam, tapi aku tak tahu harus bagaiamana lagi, karena pada awalnya aku pikir itu biasa saja tidak memerlukan belajar serius. Pagi hari aku mantapkan diriku untuk berangkat menuju tempat ujianku yang menempuh jarak yang tidak sebentar, butuh 2 jam aku menuju kesana. “Jauh” jalanan sangat macet saat itu, aku takut kalau sampai jam 10 aku tidak tiba disana, mungkin aku gagal sebelum mencoba. Doaku ternyata dikabulkan, tepat kurang 5 menit aku tiba disana, so aku memerlukan persiapan sedikit sebelum masuk dan mengerjakan ujian. Bel berbunyi tanda ujian akan dilaksanakan, dengan perasaan gugup dan tidak karuan aku duduk dibarisan tengah yang telah disediakan oleh panitia. Ruang AC yang sejuk dan bersih membuatku nyaman duduk, pengawas memberiku waktu dan peserta lainnya untuk mengisi formulir berupa nama dan sebagainya.
Tes dimulai, waktu itu ada seratus lima puluh soal yang harus aku kerjakan dalam waktu dua jam, gila” banyak banget” teriakku dalam hati. Soal yang seratus persen bahasa inggris tidak ada contohnya sama sekali, pikiranku bergejolak dan berkata pasti aku bisa mengerjakannya, setelah beberapa menit aku mengerjakannya dengan gampang pada soal pertama dan seterusnya, tapi kemudian aku temui soal-soal yang sulit dan aku sudah berusaha untuk mengerjakannya tapi tetap saja aku bingung dengan kalimat-kalimat itu, akhir yang tidak memuaskan buatku. Daripada kosong mlompong tidak ada isinya aku tekatkan untuk mengarang jawaban itu dengan rumus A B C dan D tentunya atau pakai istilah hitung kancing, hehehe soal benar atau tidaknya aku mengandalkan keberuntunganku, walaupun kadang aku tidak percaya. Setiap detiknya aku berharap ya ilmu pengharapan apa bisa diandalkan, yang ada hanya keraguan dan ketidak pastian yang bergejolak dalam batinku. Bel berbunyi untuk yang kedua kalinya dan itu menandakan selesainya ujian, dan soal yang aku milikipun sudah terselesaikan dengan ketidakyakinan hebat menderaku saat itu. Tapi aku tidak perduli dengan hal itu, aku hanya berdoa semoga aku masuk dan dapat nilai yang membanggakan. Aku kumpulkan dan keluar dari ruangan itu dimana aku harus menelusuri tangga yang lumayan tidak sedikit, aku memutari seluruh kampus dan ku lihat danau disana, danau yang bersih ditengah kampus dan aku lihat banyak orang berlalu-lalang disana, ada yang mancing dan yang hanya sekedar duduk-duduk sambil melihatnya.
Waktu sudah menunjukan pukul dua sore, saatnya pulang dan tidak kemaleman sampai rumah kakakku. Aku duduk dihalte tempat para mahasiswa lainnya menanti untuk pulang setelah kuliah, karena disana disediakan bis sendiri oleh pihak kampus untuk masyarakat sekitar kampus termasuk mahasiswa, begitu juga aku pendatang baru yang sebelumnya tidak tahu akan kampus itu. Bispun datang dan aku siap untuk menaikinnya, diperjalan aku melihat jalanan kota dan terkadang dipinggiran sungai terdapat rumah-rumah kumuh berdiri disana, betapa mirisnya kota yang selama ini dijadikan ibukota Negara. Dijalanan macet dan sampai rumah kakakku kemalaman, so mesti jalan kaki, karena sudah tidak ada lagi angkutan atau bis yang menuju kesana. Jalanan yang berdebu dan sunyi membuatku takut untuk melangkah, tau sendiri keadaan kota, kalau kita tidak hati – hati ya bisa celaka, apalagi buat orang baru seperti aku yang sebelumnya tidak tahu menahu tentang kota Jakarta.
Malam semakin larut ketika sampai dirumah, dingin dan nyamuk terus saja berdengung –dengung ditelingaku membuatku tidak nyenyak untuk tidur. Barulah ketika tengah malam aku bisa memejamkan mataku, hingga adzan subuh memanggilku untuk sholat. Sebulan lebih aku disana, melihat seisi kota Jakarta yang sebenarnya membuatku betah berlama-lama disana walaupun terkadang polusi mengisi seluruh sudut kota. Polusi yang menyebabkan penghijauan tidak berada lagi pada tempatnya bahkan limbah limbah yang dibuang ke sungai memberikan pandangan yang tidak nyaman sama sekali. Adanya penghijauan akhir – akhir ini membuat kota sedikit lebih baik. Aku beranjak dari tidurku dan sadar kalau hari sudah mendekati pengumuman hasil ujian masuk, aku berdoa dan berharap semoga aku masuk. Tapi doa itupun kandas keesokan harinya ketika aku melihat dalam papan pengumuman, namaku tidak tercantum disana dan bahkan sedihnya lagi aku tidak masuk dalam daftar cadangan manapun. Sungguh nasib” pikirku. Aku mencoba untuk tegar dan tidak patah semangat, barangkali mungkin itu bukan jalanku berada disini, saat itu juga aku pulang menelusuri kembali jalanan ibukota, sendirian dan dengan perasaan amburadul, kecewa dan jengkel pada diriku sendiri. Adapun setelahnya aku merasa berpikir kembali dan tidak mau menyalahkan siapapun atas apa yang menimpaku, dijalanan kebun jeruk aku mampir dan makan gado – gado karena perutku saat itu terasa lapar dan perih. Lagipula itu satu – satunya cara untuk menghilangkan rasa kecewa setelah tidak mendapatkan hasil yang baik.
Hampir satu jam aku berjalan sendirian ditrotoar dekat jalan, aku telepon rumah dan mengatakan bahwa aku gagal dalam ujian ini. Yaaku piker itulah cara satu – satunya untuk memberitahu mereka supaya aku juga lega. Setelah sekian kalinnya aku mencoba aku gagal dan jatuh begitu saja, setidaknya aku sudah mencoba tidak ada kata mundur untuk meraihnya. Aku tidak menyesal sedikitpun, yang jelas aku merasa bangga dan percaya pada diriku sendiri bahwa suatu saat nanti aku akan berhasil, ditempat lain, dikampus lain bahkan diwaktu yang lain. Sampai kapanpun aku tidak akan berhenti berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan dalam hidupku, mimpi terkadang menjadikanku kuat untuk bertahan. Itulah sebabnya aku tetap berdiri sampai sekarang, seperti gaya – gaya novel yang pernah aku baca nulisku” hehe keseringan sih…
Mulai saat itu aku memutuskan untuk menjadi diri yang kuat dan tangguh walaupun terkadang sikap itu sulit untuk aku peroleh, setidaknya aku telah mencoba. Itu yang patut aku bangga dari diriku yang tidak semua orang bias lakukan, mereka hanya bisa memandangku mungkin dengan sebelah mata dan tanpa dengan rasa hormatpun penilaian mereka berjalan menelusuri langkahku. Sejak itulah aku bertekad untuk tetap berpijak dijalanku, yang selama ini terasa berat dan terkadang sulit aku terima. Berawal dari perjuanganku mendaftarkan diri di Universitas ternama Indonesia, terbesar dan mungkin juga tertua karena bahkan orang nusantara tahu keberadaanya, aku tidak pernah tahu kehidupan Jakarta sebelumnya, yang aku tahu hanyalah itu ibukota Negara tempat dimana semua orang mengadu nasib disana, kalaupun tahu juga dari televisi. Dengan persetujuan orang tuaku aku berangkat dan waktu itu kebetulan aku tidak sendiri, bersama kakakku dan kakak iparku.
Berada disana membuatku muak akan asap kendaraan yang tidak berhentinya menguap kesana kemari yang tak pernah aku bayangkan atau pikirkan sebelumnya, padat, panas, ramai dan berpolusi, itulah gambaran yang aku katakana saat itu bahkan mungkin sampai sekarang. Bis mini la pengantarku kesana, naik turun itu dah menjadi hal biasa disana walaupun baru dua hari. Seluk beluk Jakarta aku sudah bisa menghafalnya mulai dari amngkutan kecil sampai bis metromini yang hilir mudik mengantarkan penumpangnya dengan cepat dan tentunya membuat jantung mereka mau copot. Ha, sialan, teriak salah satu penumpang. Ketika itu siang yang panas dan berdebu, aku tidak tahu kalau ada hawa panas merasuk kedalam bisku, ha bisku, bis supirnya kali, bukan pemiliknya” semua perasaan itu campur aduk didalamnya, seperti bertengkar dengan diri sendiri, sudahlah lupakan.
Hari itu pun datang ketika hari dimana aku harus ujian setelah proses yang lama mendaftarkan diri, sejak saat itu pikirku, aku harus belajar dan memulai membuka buku yang sudah lama aku tinggal. Aku buka buku-buku yang sekarang mungkin juga terlihat kusam, tapi aku tak tahu harus bagaiamana lagi, karena pada awalnya aku pikir itu biasa saja tidak memerlukan belajar serius. Pagi hari aku mantapkan diriku untuk berangkat menuju tempat ujianku yang menempuh jarak yang tidak sebentar, butuh 2 jam aku menuju kesana. “Jauh” jalanan sangat macet saat itu, aku takut kalau sampai jam 10 aku tidak tiba disana, mungkin aku gagal sebelum mencoba. Doaku ternyata dikabulkan, tepat kurang 5 menit aku tiba disana, so aku memerlukan persiapan sedikit sebelum masuk dan mengerjakan ujian. Bel berbunyi tanda ujian akan dilaksanakan, dengan perasaan gugup dan tidak karuan aku duduk dibarisan tengah yang telah disediakan oleh panitia. Ruang AC yang sejuk dan bersih membuatku nyaman duduk, pengawas memberiku waktu dan peserta lainnya untuk mengisi formulir berupa nama dan sebagainya.
Tes dimulai, waktu itu ada seratus lima puluh soal yang harus aku kerjakan dalam waktu dua jam, gila” banyak banget” teriakku dalam hati. Soal yang seratus persen bahasa inggris tidak ada contohnya sama sekali, pikiranku bergejolak dan berkata pasti aku bisa mengerjakannya, setelah beberapa menit aku mengerjakannya dengan gampang pada soal pertama dan seterusnya, tapi kemudian aku temui soal-soal yang sulit dan aku sudah berusaha untuk mengerjakannya tapi tetap saja aku bingung dengan kalimat-kalimat itu, akhir yang tidak memuaskan buatku. Daripada kosong mlompong tidak ada isinya aku tekatkan untuk mengarang jawaban itu dengan rumus A B C dan D tentunya atau pakai istilah hitung kancing, hehehe soal benar atau tidaknya aku mengandalkan keberuntunganku, walaupun kadang aku tidak percaya. Setiap detiknya aku berharap ya ilmu pengharapan apa bisa diandalkan, yang ada hanya keraguan dan ketidak pastian yang bergejolak dalam batinku. Bel berbunyi untuk yang kedua kalinya dan itu menandakan selesainya ujian, dan soal yang aku milikipun sudah terselesaikan dengan ketidakyakinan hebat menderaku saat itu. Tapi aku tidak perduli dengan hal itu, aku hanya berdoa semoga aku masuk dan dapat nilai yang membanggakan. Aku kumpulkan dan keluar dari ruangan itu dimana aku harus menelusuri tangga yang lumayan tidak sedikit, aku memutari seluruh kampus dan ku lihat danau disana, danau yang bersih ditengah kampus dan aku lihat banyak orang berlalu-lalang disana, ada yang mancing dan yang hanya sekedar duduk-duduk sambil melihatnya.
Waktu sudah menunjukan pukul dua sore, saatnya pulang dan tidak kemaleman sampai rumah kakakku. Aku duduk dihalte tempat para mahasiswa lainnya menanti untuk pulang setelah kuliah, karena disana disediakan bis sendiri oleh pihak kampus untuk masyarakat sekitar kampus termasuk mahasiswa, begitu juga aku pendatang baru yang sebelumnya tidak tahu akan kampus itu. Bispun datang dan aku siap untuk menaikinnya, diperjalan aku melihat jalanan kota dan terkadang dipinggiran sungai terdapat rumah-rumah kumuh berdiri disana, betapa mirisnya kota yang selama ini dijadikan ibukota Negara. Dijalanan macet dan sampai rumah kakakku kemalaman, so mesti jalan kaki, karena sudah tidak ada lagi angkutan atau bis yang menuju kesana. Jalanan yang berdebu dan sunyi membuatku takut untuk melangkah, tau sendiri keadaan kota, kalau kita tidak hati – hati ya bisa celaka, apalagi buat orang baru seperti aku yang sebelumnya tidak tahu menahu tentang kota Jakarta.
Malam semakin larut ketika sampai dirumah, dingin dan nyamuk terus saja berdengung –dengung ditelingaku membuatku tidak nyenyak untuk tidur. Barulah ketika tengah malam aku bisa memejamkan mataku, hingga adzan subuh memanggilku untuk sholat. Sebulan lebih aku disana, melihat seisi kota Jakarta yang sebenarnya membuatku betah berlama-lama disana walaupun terkadang polusi mengisi seluruh sudut kota. Polusi yang menyebabkan penghijauan tidak berada lagi pada tempatnya bahkan limbah limbah yang dibuang ke sungai memberikan pandangan yang tidak nyaman sama sekali. Adanya penghijauan akhir – akhir ini membuat kota sedikit lebih baik. Aku beranjak dari tidurku dan sadar kalau hari sudah mendekati pengumuman hasil ujian masuk, aku berdoa dan berharap semoga aku masuk. Tapi doa itupun kandas keesokan harinya ketika aku melihat dalam papan pengumuman, namaku tidak tercantum disana dan bahkan sedihnya lagi aku tidak masuk dalam daftar cadangan manapun. Sungguh nasib” pikirku. Aku mencoba untuk tegar dan tidak patah semangat, barangkali mungkin itu bukan jalanku berada disini, saat itu juga aku pulang menelusuri kembali jalanan ibukota, sendirian dan dengan perasaan amburadul, kecewa dan jengkel pada diriku sendiri. Adapun setelahnya aku merasa berpikir kembali dan tidak mau menyalahkan siapapun atas apa yang menimpaku, dijalanan kebun jeruk aku mampir dan makan gado – gado karena perutku saat itu terasa lapar dan perih. Lagipula itu satu – satunya cara untuk menghilangkan rasa kecewa setelah tidak mendapatkan hasil yang baik.
Hampir satu jam aku berjalan sendirian ditrotoar dekat jalan, aku telepon rumah dan mengatakan bahwa aku gagal dalam ujian ini. Yaaku piker itulah cara satu – satunya untuk memberitahu mereka supaya aku juga lega. Setelah sekian kalinnya aku mencoba aku gagal dan jatuh begitu saja, setidaknya aku sudah mencoba tidak ada kata mundur untuk meraihnya. Aku tidak menyesal sedikitpun, yang jelas aku merasa bangga dan percaya pada diriku sendiri bahwa suatu saat nanti aku akan berhasil, ditempat lain, dikampus lain bahkan diwaktu yang lain. Sampai kapanpun aku tidak akan berhenti berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan dalam hidupku, mimpi terkadang menjadikanku kuat untuk bertahan. Itulah sebabnya aku tetap berdiri sampai sekarang, seperti gaya – gaya novel yang pernah aku baca nulisku” hehe keseringan sih…
Langganan:
Postingan (Atom)